,truestory.id Kesehatan mencatat pengeluaran besar untuk pembiayaan layanan kesehatan sepanjang tahun 2025. Total biaya yang dikeluarkan mencapai Rp190,3 triliun untuk menanggung pelayanan kesehatan di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) hingga rumah sakit rujukan.

Dari jumlah tersebut, sekitar Rp50,2 triliun dihabiskan untuk menangani 59,9 juta kasus penyakit kronis.

Kepala Kesehatan, Rizzky Anugerah menjelaskan tujuh penyakit kronis utama yang menyedot pembiayaan, yakni jantung, gagal ginjal, kanker, stroke, sirosis hati, thalassemia, dan hemofilia.

Penyakit jantung menjadi kasus terbanyak dengan 29,7 juta kasus dan biaya Rp17,3 triliun. Disusul gagal ginjal dengan 12,6 juta kasus senilai Rp13,3 triliun, serta kanker dengan 7,2 juta kasus yang menelan Rp10,3 triliun.

Rizzky menilai tren pembiayaan penyakit kronis terus meningkat dan berpotensi membebani sistem kesehatan . Padahal, katanya, banyak penyakit tersebut dapat diperlambat bahkan dicegah melalui pola hidup sehat.

Untuk itu BPJS Kesehatan memperkenalkan program Gerak 335, yaitu jalan santai 3 menit dan jalan cepat 3 menit yang diulang lima kali hingga total 30 menit.

Selain aktivitas fisik, masyarakat juga dapat melakukan Skrining Riwayat Kesehatan melalui aplikasi Mobile JKN, PANDAWA, website, atau FKTP untuk mendeteksi risiko sejak dini.

Sementara itu, Guru Besar Gizi Poltekkes Kemenkes II, Prof. Trina Astuti mengimbau masyarakat menerapkan pola makan bergizi seimbang, membatasi konsumsi gula, garam, lemak, serta rutin memeriksa berat badan.

Menjelang Hari Gizi ke-66, ia mengingatkan pentingnya empat pilar gizi seimbang dan panduan “Isi Piringku” agar kebutuhan nutrisi harian tercukupi dan risiko penyakit kronis dapat ditekan.