Palu,truestory.id – Setelah bertahun-tahun meninggalkan bangku sekolah karena tuntutan hidup, puluhan warga akhirnya menggenggam ijazah yang lama mereka impikan. Sebanyak 50 peserta pendidikan kesetaraan lulusan Paket A, B, dan C menerima ijazah melalui Program Mosikola hasil kerja sama PT Citra Palu Mineral (CPM) dan Yayasan Kana Mapande Palu, membuka peluang baru untuk bekerja, kuliah, hingga mengubah masa depan mereka,Sabtu (20/6/2026).
Program tersebut menjadi bagian dari komitmen bersama dalam memberikan akses pendidikan bagi masyarakat yang belum sempat menuntaskan pendidikan formal akibat berbagai kendala, seperti faktor ekonomi, pekerjaan, maupun kondisi keluarga.
Kepala PKBM Kana Mapande, Mawardin, menjelaskan peserta program berasal dari berbagai daerah di Sulawesi Tengah, di antaranya Kota Palu, Kabupaten Sigi, Donggala, dan Parigi Moutong.
“Untuk program CPM tahun ini ada sekitar 50 peserta yang lulus, terdiri dari Paket A, Paket B, dan Paket C. Setelah lulus, mereka juga mendapatkan dukungan berupa pelatihan vokasi dan pengembangan keterampilan sebagai bekal memasuki dunia kerja,” ujar Mawardin.
Menurutnya, proses pembelajaran dirancang fleksibel melalui sistem daring, tatap muka, dan kunjungan tutor ke rumah peserta yang berhalangan hadir.
“Dengan sistem ini peserta tetap bisa mengikuti pembelajaran meskipun memiliki keterbatasan waktu atau kondisi tertentu,” katanya.
Mawardin menambahkan kerja sama dengan CPM telah berjalan selama lima tahun dan diharapkan terus berlanjut karena memberikan manfaat besar bagi masyarakat yang membutuhkan layanan pendidikan nonformal.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Palu, Hardi, memberikan apresiasi atas dukungan CPM yang dinilai turut membantu pemerintah dalam menuntaskan persoalan anak putus sekolah dan meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM).
“Ini merupakan bentuk kolaborasi yang sangat baik. Program ini memberikan kesempatan kepada masyarakat yang tidak bisa menyelesaikan pendidikan formal untuk memperoleh ijazah yang diakui negara. Bahkan seluruh prosesnya diberikan secara gratis,” kata Hardi.
Ia menuturkan sejumlah alumni PKBM Kana Mapande telah berhasil bekerja di instansi pemerintah, perusahaan swasta, TNI, Polri, hingga melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
Sementara itu, Tim PPM-CSR PT Citra Palu Mineral, Moh Rizki Sultan, mengatakan program pendidikan kesetaraan merupakan bagian dari upaya pemberdayaan masyarakat yang terus didorong perusahaan melalui sektor pendidikan.
Menurutnya, CPM tidak hanya mendukung peserta hingga memperoleh ijazah, tetapi juga membuka peluang pengembangan kompetensi melalui program keterampilan dan vokasi.
“Pendidikan merupakan salah satu aspek penting dalam pemberdayaan masyarakat. Karena itu CPM terus mendukung program ini agar masyarakat yang sempat putus sekolah tetap memiliki kesempatan memperoleh pendidikan dan meningkatkan keterampilannya,” ujar Rizki.
Ia berharap para lulusan dapat memanfaatkan ijazah yang diterima untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi maupun memasuki dunia kerja.
Salah seorang lulusan Paket C, Amel Tri Riandini (19), mengaku sempat putus sekolah selama setahun karena harus menjaga adiknya setelah sang ibu meninggal dunia.
“Awalnya sudah putus asa, tetapi setelah mendapat informasi ada program Paket C dari CPM saya kembali semangat belajar. Sekarang sudah dapat ijazah dan rencananya mau mendaftar kerja,” tutur Amel.