Truestory – Petugas lapangan yang disiagakan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Sigi, langsung bertindak sesaat setelah menerima laporan warga terkait adanya sapi yang terindikasi mengalami Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).
Setelah menerima laporan dari Risfan, seorang peternak di Desa Kaleke, Kecamatan Dolo Barat, Kabupaten Sigi. Laporan tersebut menyatakan adanya dua ekor sapi peliharaan Risfan yang terindikasi mengalami Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).Petugas lapangan dari Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, segera bertindak.
Menurut Risfan, dia melihat ada kelainan terhadap dua ekor sapi peliharaannya, dimana keduanya nampak lesu dan tidak mau makan. Saat hendak di bawa untuk diikatkan talinya ke tempat penggembalaan biasanya, sapi tersebut berjalan pincang.
“Kenapa ini sapi pas datang di sana tidak mau makan. Pas saya perhatikan waktu malam, kukunya sudah mulai agak luka-luka begitu. Saya lapor sama petugas secepatnya supaya bisa ditangani,” terang Risfan.
Setelah menerima laporan, petugas langsung memberikan penanganan kepada kedua sapi tersebut dengan memberikan antibiotik dan vitamin.Petugas juga menyarankan untuk memberikan pengasapan di sekitar keduanya agar dijauhi oleh lalat, dan memisahkan dari ternak sapi lainnya.
Beberapa jam kemudian, dua ekor sapi itu sudah nampak mulai mau makan. Risfan yang merasa sangat bersyukur, mengaku bahwa petugas dari Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Sigi bertindak cepat dan memberikan penanganan yang baik terhadap sapi-sapinya.
Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) merupakan penyakit menular yang dapat menyerang hewan ternak seperti sapi, kambing, domba, dan babi. PMK juga dapat menular pada manusia melalui kontak langsung dengan hewan yang terinfeksi. Oleh karena itu, tindakan cepat dari petugas Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Sigi sangat penting untuk mencegah penyebaran penyakit ini.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.