,TRUE STORY – Provinsi Sulawesi Tengah, Rusdy Mastura, secara tegas menyuarakan pentingnya pengenalan Megalit kepada generasi muda melalui kurikulum pendidikan dasar.

Pernyataannya ini disampaikan dalam sebuah dialog publik yang diselenggarakan oleh Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik (Diskominfo) Provinsi Sulawesi Tengah. Jumat (06/10/2023) di sebuah Warkop jalan Pramuka, Kota .

merujuk pada “Negeri 1000 Megalit” yang telah diumumkan dalam sebuah acara yang dihadiri oleh Wakil Presiden Republik Indonesia, Ma’ruf Amin.

Dalam dialog tersebut, Gubernur ,Rusdy Mastura yang akrab disapa Cudy menjelaskan pentingnya melestarikan peninggalan pra-sejarah yang berumur 2000 sampai 3000 tahun sebelum masehi, seperti Megalit, sebagai bagian dari kekayaan budaya daerah.

“Dengan potensi Megalit yang setara dengan piramida Mesir, ini menjadi suatu kebanggaan bagi daerah kita. Kita harus bersama-sama menjaganya dan berjuang agar Megalit dapat diakui sebagai UNESCO,” ujar Cudy.

Selanjutnya, Gubernur juga menyoroti pentingnya memasukkan pengenalan Megalit ke dalam kurikulum pendidikan dasar.

Ia mengungkapkan harapannya untuk pembuatan buku pelajaran yang mencakup topik Megalit, sehingga pengetahuan ini dapat ditanamkan kepada anak-anak sejak dini.

Pentingnya pelestarian Megalit juga disoroti oleh Sulteng, Iksam Djorimi. Menurutnya, Sulawesi Tengah bersama tiga provinsi lainnya telah diterima oleh UNESCO sebagai , termasuk Megalit. Persiapan pun tengah dilakukan untuk mengurus status ini, dengan melibatkan berbagai pihak seperti akademisi, lembaga non-pemerintah, dan media.

Sebanyak 20 situs Megalit telah ditandatangani oleh Gubernur Sulteng sebagai cagar budaya milik provinsi. Harapannya, Megalit akan masuk dalam daftar sementara warisan dunia UNESCO pada Agustus 2024.

“Syaratnya adalah masuk terlebih dahulu dalam daftar sementara sebelum menjadi daftar tetap,” tambah Iksam Djorimi.