Morowali,truestory.id – Upaya mempercepat pembangunan kawasan industri berkelanjutan di Indonesia memasuki babak baru. Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) resmi menandatangani kerja sama dengan United Nations Industrial Development Organization (UNIDO), menindaklanjuti deklarasi bersama soal penguatan rantai industri mineral.
Penandatanganan disaksikan delegasi UNIDO, Kementerian Perindustrian, asosiasi nikel internasional dan nasional, hingga perwakilan hulu-hilir industri nikel, pada Sabtu (17/1/2026).
Kolaborasi tersebut akan berlangsung selama tiga tahun dengan fokus pada empat agenda utama: pengembangan kawasan industri berbasis ekologi, penataan rantai pasok mineral hijau, penguatan kapasitas masyarakat sekitar, serta peningkatan keterampilan.
Di bawah panduan UNIDO, IMIP akan menyesuaikan berbagai standar pengelolaan lingkungan, sosial, serta tata kelola perusahaan mengikuti sistem Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Langkah itu ditujukan untuk membangun proyek percontohan kawasan industri hijau yang bisa direplikasi serta mendukung visi Indonesia Emas 2045.
Managing Director of the Directorate of Technical Cooperation and Sustainable Industrial Development UNIDO, Ciyong Zou, meninjau langsung fasilitas produksi, pelabuhan, pusat keselamatan, dan sejumlah titik operasional lainnya.
Ia mengapresiasi upaya pengurangan emisi, penerapan teknologi hijau, serta komitmen IMIP dalam tanggung jawab sosial. “Potensi IMIP untuk menjadi kawasan industri berkelanjutan kelas dunia sangat besar,” ujarnya.
Dari pemerintah, perwakilan Kementerian Perindustrian Rahmayanti menilai kerja sama ini sejalan dengan agenda hilirisasi dan transformasi industri sejak implementasi Global Eco-Industrial Parks Programme pada 2020.
Sementara itu, Wakil CEO Eternal Tsingshan Group dan Direktur PT IMIP, Zhang Fan, memastikan pihaknya siap menjadikan Morowali sebagai model kawasan industri hijau yang aman, inklusif, dan rendah karbon.