PALU, TRUE STORY – Anggota DPRD Kota Palu dari daerah pemilihan Palu Timur-Mantikulore, Ishak Sandy Sandigala, mengelar reses bersama dengan warga Dusun Malaya Kelurahan Birobuli Selatan, Kecamatan Palu Selatan, Rabu (18/10/2023).
Seorang warga Birobuli Selatan, Luther meminta perbaikan jalan, menambah tiang listrik dan bantuan alat-alat pertukangan. Lalu bantuan pupuk bagi mayoritas petani kangkung di dusun yang berbatasan dengan Kabupaten Sigi tersebut. Keluhannya pun seragam. Tak kuat membayar retribusi pengangkutan sampah.
“Pemerintah tolong bantu kami pak. Kami petani kangkung. Kami masih di wilayah Palu. terus terang kami sangat kesulitan pak,”ujar Luther.
Luther mengaku petani kangkung seolah dianak tirikan. Tak seperti petani tanaman lain yang kerap mendapat bantuan. Baik modal maupun pupuk. Bantuan pupuk yang mereka dapat terakhir kali sejak tahun lalu sudah habis terpakai.
Tanpa bantuan pupuk, tanaman kangkung tak bisa tumbuh subur dan sehat. Sayuran merambat itu butuh asupan pupuk urea dan pupuk kandang. “Untuk beli sendiri, harganya mahal pak. Kami tidak mampu,”kata Luther, memelas.
Harga pupuk saat ini untuk sekarung Rp450 ribu. Tak sebanding dengan harga jual kangkung. Meskipun dipanen dalam jumlah besar. Luther menyebut, seikat kangkung yang mereka tanam hanya dihargai Rp600. Dalam sehari mereka hanya bisa memanen 25 ikat kangkung saja.
“Harus berapa ikat kangkung yang kami dapat baru bisa membeli pupuk. Belum lagi kami harus membeli pupuk kandang,”sebutnya.
Kawasan Dusun Malaya menurutnya pernah dicanangkan sebagai kawasan perkangkungan di Kota Palu. Kala itu memang bantuan pupuk sering diberikan. Seiring waktu bergulir, perhatian itu lenyap bak ditelan bumi. “Seingat saya kami dibantu setahun yang lalu,”ungkapnya.
Mayoritas petani di Dusun Malaya sambung Luther, adalah perempuan. Tapi rata-rata janda. Untuk status janda pun sebenarnya kata Luther juga butuh sentuhan bantuan dalam bentuk lain. “Memang banyak janda pak petani di sini. Tapi bukan janda muda, semuanya sudah tua-tua,”ujarnya lagi.
Sebab itu Luther berharap, sebagaima harapan kawan-kawannya. Agar pemerintah kembali membantu mereka yang mulai papah menjalani hidup sebagai petani kangkung.
Menjawab semua itu, Ishak Sandy menyampaikan tidak dapat menyerap semua pengharapan itu. Ia meminta semua yang hadir dalam Resesnya menuliskan keluhan itu dalam secarik kertas berlabel lembaran aspirasi.
Keluhan terkait iuran sampah menurutnya kini tengah dibahas bersama di gedung parlemen. Agar terjadi evaluasi atas tarif retribusinya. Sebab kata Ishak, keluhan itu hampir menyeruak di mana-mana dalam wilayah Kota Palu.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.