Ia mengungkapkan, keputusannya maju sebagai Ketua IDI Sulteng telah melalui diskusi panjang bersama Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid. Tujuannya tak lain untuk memperkuat sinergi antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, serta seluruh dokter di Sulawesi Tengah.
“Amanah ini tentu tidak ringan karena harus menyeimbangkan tugas pemerintahan dan kecintaan saya pada profesi dokter. Namun saya percaya, dengan kebersamaan, semua dapat dijalankan dengan baik,” tegasnya.
Dalam kesempatan itu, dr. Reny juga menyinggung program prioritas Pemprov Sulteng di bidang kesehatan, salah satunya Program Berani Sehat. Program ini menargetkan cakupan Universal Health Coverage (UHC) bagi seluruh masyarakat Sulawesi Tengah.
“Tidak boleh ada lagi warga yang terkendala biaya saat berobat. Cukup dengan identitas kependudukan, iuran BPJS Kesehatan akan ditanggung pemerintah provinsi,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua Umum PB IDI Dr. dr. Slamet Budiarto mengingatkan kembali tujuan berdirinya IDI sejak 24 Oktober 1950, yakni meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, menegakkan etika kedokteran, serta melindungi kepentingan anggota.
Ia juga menegaskan komitmen PB IDI dalam melakukan advokasi hukum bagi dokter agar perlindungan profesi berjalan adil dan proporsional.
Pelantikan ini menegaskan tekad IDI Sulawesi Tengah untuk terus bersinergi dengan pemerintah dan memperkuat peran dokter dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan bagi masyarakat.