,.id – Kantor Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional () Kota mencatatkan kontribusi signifikan terhadap Pendapatan Asli Daerah () dengan menyumbang sebesar Rp97 miliar pada tahun 2025.

Namun, di tengah capaian tersebut, pihak justru berharap adanya perhatian dan dukungan anggaran dari pemerintah untuk peningkatan kualitas pelayanan.

Kepala Seksi Penetapan Hak dan Pendaftaran ATR/BPN Kota Palu, , mengungkapkan bahwa kantor mereka masih menghadapi berbagai keterbatasan, terutama dalam hal sarana dan prasarana kerja.

Ia menyoroti keterbatasan peralatan ukur sebagai salah satu contoh kebutuhan mendesak yang perlu segera dipenuhi.

“Peralatan kami sangat tertinggal, bahkan dibandingkan dengan kantor ATR/BPN di Morowali dan Morowali Utara. Padahal kami menyumbang yang sangat besar,” ujarnya, Selasa (15/7/2025) saat menghadiri reses anggota DPRD kota Palu, dikeluarkan Kayumalue Pajeko.

juga menegaskan bahwa pihaknya siap membuka ruang koordinasi dan menerima masukan dari masyarakat terkait isu-isu pertanahan.

Menurutnya, setiap keluhan yang masuk akan ditindaklanjuti sesuai dengan tugas dan fungsi institusi, selama sejalan dengan alokasi anggaran yang tersedia.

Ia berharap pemerintah daerah tidak hanya melihat besarnya pemasukan, tetapi juga turut mendukung peningkatan kualitas pelayanan publik melalui perbaikan fasilitas kantor ATR/BPN Palu.