SIGI, TRUE STORY – , sosok inspiratif dari Desa Toro, Kecamatan Kulawi, Sigi, , telah mengharumkan nama daerahnya dengan meraih Penghargaan kategori Pembina Lingkungan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Sebagai atau ibu kampung di komunitas , Rukmini telah menunjukkan dedikasi luar biasa dalam menjaga dan melestarikan lingkungan hidup. Perannya sebagai Dewan Pimpinan Kampung di Komunitas menjadikannya figur kunci dalam pengelolaan sumber daya secara berkelanjutan.

Lebih dari itu, Rukmini juga menginisiasi berbagai kegiatan pelestarian lingkungan, termasuk edukasi kepada masyarakat adat tentang pentingnya menjaga . Ia bahkan berhasil menciptakan karya tangan ramah lingkungan berupa baju adat yang terbuat dari kulit kayu beringin.

Acara Penyerahan penghargaan akan diselenggarakan pada Juni 2024,dalam peringatan hari lingkungan hidup Sedunia, di Jakarta.

Pejuang Adat dan Penjaga Kearifan Lokal Ngatatoro Sejak 1994

, perempuan kelahiran Desa Toro, 23 Maret 1971, telah mengabdikan diri selama 28 tahun untuk melestarikan adat dan budaya Ngatatoro. Sejak 1994, ia aktif memperjuangkan peran penting Tina Ngata, sosok pemimpin perempuan adat yang memegang tanggung jawab strategis dalam pengambilan kebijakan, menjaga hubungan antar manusia, dan menjaga kelestarian alam.

Perjuangan Rukmini tak lepas dari berbagai rintangan. Ia bersama masyarakat adat Ngatatoro harus berjuang keras saat wilayah mereka terancam oleh perluasan Taman Nasional. Kegigihannya membuahkan hasil, tanah Ngatatoro akhirnya diakui dan dilindungi.

Tak berhenti di situ, Rukmini terus mengabdikan diri untuk masyarakat Toro dan desa. Ia mendirikan kelompok perempuan untuk mendorong peran perempuan dalam menjaga lingkungan Ngatatoro. Pada tahun 2020, ia menginisiasi berdirinya sekolah adat Ngatatoro.

Di sekolah adat ini, Rukmini dengan penuh semangat mengajar anak-anak tentang nilai-nilai leluhur adat Toro, termasuk melestarikan tradisi pembuatan pakaian kulit kayu dari pohon beringin.

“Disekolah ini anak-anak juga diberikan pengetahuan tentang bagaimana membuat baju kulit kayu yang terbuat dari pohon beringin. Sehingga kami menanam dua pohon beringin di depan sekolah,”katanya, saat ditemui langsung oleh Truestory.id di sekolam adat Ngatatoro, pada 17 Mei 2022.

Berikut beberapa poin penting dari kisah Rukmini Paata Toheke:

  • Perjuangan Sejak 1994: Rukmini telah aktif memperjuangkan peran Tina Ngata dan adat Ngatatoro sejak tahun 1994.
  • Melestarikan Kearifan Lokal: Ia mendirikan kelompok perempuan dan sekolah adat untuk melestarikan nilai-nilai leluhur adat Toro.
  • Penghargaan Kalpataru 2024: Dedikasi Rukmini dalam menjaga lingkungan diakui dengan penghargaan Kalpataru 2024.
  • Inspirasi Bagi Banyak Orang: Kisah Rukmini menjadi inspirasi bagi banyak orang, menunjukkan peran penting perempuan adat dalam menjaga kelestarian budaya dan alam.