Jakarta, truestory.id– Kementerian Agama Republik Indonesia menargetkan dana Bantuan Operasional Penyelenggaraan (BOP) Raudhatul Athfal (RA) dan Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Madrasah tahap I tahun anggaran 2026 cair sebelum Idul Fitri 1447 Hijriah. Total anggaran yang disiapkan mencapai Rp4,5 triliun.
Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan pencairan dana tersebut menjadi prioritas pemerintah agar aktivitas pendidikan Islam tidak terganggu menjelang hari raya.
“Target kami jelas, sebelum Idul Fitri dana sudah terealisasi. Lembaga tidak boleh terganggu aktivitasnya,” ujar Nasaruddin Umar di Jakarta, Selasa (24/2/2026).
Ia menambahkan, perhatian pemerintah terhadap pendidikan keagamaan sangat besar. “Presiden Prabowo sangat memperhatikan guru dan pendidikan. Pencairan BOP RA dan BOS Madrasah menjadi bentuk dukungan pemerintah dalam mewujudkan pendidikan agama dan keagamaan yang bermutu,” tegasnya.
Dari total anggaran tersebut, Rp428 miliar dialokasikan untuk BOP RA dan Rp4,1 triliun untuk BOS madrasah swasta. Dana ini akan disalurkan kepada sekitar 31 ribu RA dan 52 ribu madrasah swasta di seluruh Indonesia.
Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Amien Suyitno, menjelaskan mulai 2026 mekanisme pencairan diubah dari tiga tahap menjadi dua tahap berbasis semester.
“Dengan skema baru ini, sinkronisasi data dan ketepatan waktu pengajuan sangat penting agar tidak terjadi hambatan teknis yang berujung keterlambatan pencairan,” katanya.
Sementara itu, Direktur KSKK Madrasah Nyayu Khodijah memastikan proses dilakukan secara digital melalui portal resmi Kemenag.
“Pastikan seluruh dokumen lengkap dan diunggah tepat waktu. Jangan sampai keterlambatan administratif menghambat hak lembaga,” tandasnya.