Banggai,truestory.id – Pemerintah Kabupaten Banggai bersama Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Banggai memperkuat sinergi lintas sektor dalam upaya menekan penyebaran HIV/AIDS melalui Pertemuan Penguatan Kolaborasi Pengendalian HIV/AIDS Tahun 2026.
Kegiatan yang berlangsung di Aula Penginapan Lambuku Syariah, Rabu (10/6/2026), itu melibatkan tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh perempuan, tokoh pemuda, serta penyuluh agama sebagai mitra strategis dalam pencegahan HIV/AIDS di daerah.
Ketua Panitia Sosialisasi Penguatan dan Kolaborasi Pengendalian AIDS, Nurul Indah Dalillah, mengatakan Kabupaten Banggai saat ini berada pada posisi kedua tertinggi kasus HIV/AIDS di Sulawesi Tengah. Tercatat sebanyak 578 kasus HIV dan 373 kasus AIDS dengan angka kematian mencapai 129 orang.
Menurutnya, kondisi tersebut menjadi perhatian serius karena HIV/AIDS masih menjadi tantangan besar dalam pembangunan kesehatan.
Upaya pencegahan, edukasi masyarakat, deteksi dini, pendampingan pengobatan, hingga pengurangan stigma terhadap orang dengan HIV/AIDS perlu terus diperkuat secara berkelanjutan.
Kegiatan yang diikuti 60 peserta tersebut mengusung tema peran penting para pemangku kepentingan, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh perempuan, tokoh pemuda, dan penyuluh agama dalam pencegahan HIV/AIDS di Kabupaten Banggai.
Sementara itu, Bupati Banggai melalui Asisten III Administrasi Umum Nur Djalal Amir menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah menggagas dan menyelenggarakan kegiatan tersebut.
Menurutnya, pertemuan ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam menekan penyebaran HIV/AIDS secara komprehensif.
Ia menegaskan, HIV/AIDS tidak hanya menjadi persoalan kesehatan, tetapi juga berkaitan dengan aspek sosial, ekonomi, pendidikan, budaya, hingga ketahanan keluarga.
Karena itu, pengendaliannya membutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat, mulai dari pemerintah, dunia pendidikan, organisasi kemasyarakatan, lembaga keagamaan, hingga tokoh-tokoh yang memiliki pengaruh di tengah masyarakat.
Melalui kolaborasi yang kuat, upaya pencegahan HIV/AIDS diharapkan semakin efektif dan mampu melindungi generasi mendatang.