,.id – Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) meningkatkan kesiapsiagaan personelnya melalui latihan SAR air yang digelar di perairan Teluk Tomini, Desa Kayu Bura, Kabupaten , Senin (18/5). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kemampuan personel menghadapi kondisi darurat di wilayah perairan .

Sebanyak 45 personel dilibatkan dalam latihan itu. Mereka terdiri atas rescuer, operator komunikasi, tim medis, humas, hingga unsur potensi SAR.

Seluruh peserta mengikuti simulasi penanganan kecelakaan laut yang menggambarkan empat orang nelayan terjatuh ke laut akibat diterjang gelombang tinggi.

Dalam simulasi tersebut, tim SAR bergerak cepat melakukan pencarian dan penyelamatan menggunakan sejumlah peralatan pendukung, seperti RIB 11, perahu karet, drone thermal, dan Aqua Eye.

Tim medis juga disiagakan untuk memberikan penanganan pertama kepada korban yang berhasil dievakuasi dari perairan.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu melalui Kepala Subseksi Operasi dan Siaga SAR, Rusmadi, mengatakan latihan itu penting untuk memastikan seluruh personel memiliki kesiapan maksimal saat menghadapi operasi penyelamatan sebenarnya.

“Latihan ini bukan sekadar simulasi. Kami ingin memastikan setiap personel benar-benar siap menghadapi kondisi nyata di lapangan. Keselamatan masyarakat adalah prioritas utama,” ujar Rusmadi.

Ia menjelaskan, wilayah memiliki banyak kawasan perairan yang rawan terjadi kecelakaan laut, terutama saat ekstrem dan gelombang tinggi. Karena itu, kemampuan teknis dan koordinasi antarunsur SAR harus terus ditingkatkan.

Selain melatih personel, kegiatan tersebut juga dimanfaatkan sebagai sarana edukasi kepada masyarakat pesisir. Nelayan dan sekitar diingatkan pentingnya menggunakan pelampung saat melaut demi meminimalkan risiko kecelakaan.

Masyarakat juga diminta segera melapor ke layanan darurat apabila menemukan atau mengalami insiden di perairan agar proses penanganan dapat dilakukan lebih cepat.

Latihan SAR air itu ditutup dengan evaluasi bersama seluruh peserta dan potensi SAR yang terlibat. Evaluasi dilakukan untuk mengukur efektivitas koordinasi, kemampuan teknis personel, serta kesiapan peralatan yang digunakan selama simulasi berlangsung.