Morowali,truestory.id– PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) terus memperkuat pengawasan penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) di seluruh kawasan industri. Langkah tersebut dilakukan untuk menekan potensi kecelakaan kerja sekaligus membangun budaya keselamatan bagi seluruh pekerja dan tenant perusahaan.
Manajer Occupational Health and Safety (OHS) PT IMIP, Johny Semuel, mengatakan sistem dan standar operasional prosedur (SOP) K3 di kawasan IMIP sejatinya telah dirancang mengikuti standar global dan regulasi pemerintah. Namun, penerapan di lapangan masih memerlukan peningkatan kesadaran individu.
“Sebagai instrumen pengendali, penerapan SMK3 di kawasan IMIP bertujuan meminimalisir potensi kecelakaan kerja. Melalui audit berkala dan evaluasi risiko, SMK3 mampu memetakan titik-titik rawan sehingga insiden serupa tidak kembali terjadi di masa mendatang,” ujar Johny Semuel, Sabtu (16/5).
Menurutnya, dalam setiap rapat Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja (P2K3) bersama tenant, pihaknya terus menekankan agar investigasi kecelakaan tidak hanya berfokus pada kelalaian personal.
Sebab, pendekatan tersebut dinilai dapat mengaburkan tujuan utama investigasi, yakni menemukan akar persoalan untuk mencegah kejadian serupa terulang.
Johny juga menginstruksikan seluruh divisi pengawas di perusahaan agar lebih aktif melakukan pengecekan di lapangan. Pengawasan melekat dinilai penting untuk memastikan seluruh prosedur keselamatan benar-benar diterapkan.
Saat ini, dari 52 perusahaan yang beroperasi di kawasan IMIP, sebanyak 37 tenant telah mengantongi sertifikat SMK3 dari kementerian teknis. Sementara 15 tenant lainnya masih menjalani proses verifikasi internal.
PT IMIP juga menerapkan sanksi tegas bagi pihak yang lalai menjalankan aturan K3. Sanksi bagi individu berupa surat peringatan hingga pemutusan hubungan kerja, sedangkan tenant dapat dikenai sanksi administratif sampai evaluasi kontrak kerja sama.
Ke depan, Departemen OHS PT IMIP akan memperkuat pelatihan berkelanjutan, kampanye keselamatan, serta pengawasan lapangan guna membangun budaya K3 yang lebih kuat di kawasan industri tersebut.