,.id – Potret memilukan datang dari Dusun 7 Bontopangi, Desa Tonggolobibi, Kecamatan Sojol, . Setiap hari, -siswi SDN 10 Sojol harus mempertaruhkan keselamatan demi bisa menimba ilmu.

Dengan seragam merah putih dan sepatu sekolah yang masih bersih, mereka terpaksa menyeberangi sungai menggunakan rakit kecil berbahan bambu.

Sejak jembatan penghubung di wilayah tersebut putus, akses utama menuju sekolah tak lagi bisa dilalui.

Anak-anak tidak memiliki pilihan lain selain menaiki rakit sederhana untuk sampai ke seberang sungai.

Ironisnya, sungai yang mereka lintasi disebut sebagai habitat buaya, menambah rasa waswas bagi orang tua dan sekitar.

“Sejak jembatan putus, anak-anak kami harus menyeberang pakai rakit kecil ini. Yang lebih menakutkan, sungai ini juga ada buayanya,” ujar salah seorang setempat, Kamis (12/2/2026).

Tak hanya mempertaruhkan nyawa, para juga harus mengeluarkan biaya Rp3.000 per orang setiap hari untuk sekali perjalanan menggunakan rakit.

Bagi sebagian keluarga, biaya tersebut menjadi tambahan beban di tengah kondisi ekonomi yang terbatas.

Meski dihantui rasa takut, semangat belajar anak-anak SDN 10 Sojol tak surut. Setiap pagi mereka tetap berangkat sekolah, menantang arus sungai demi masa depan.

Warga berharap pemerintah segera turun tangan memperbaiki jembatan yang rusak agar anak-anak bisa bersekolah dengan aman dan layak, tanpa bayang-bayang bahaya di perjalanan mereka.