Palu,truestory.id– Puluhan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Kota Palu menggelar aksi unjuk rasa di depan Markas Komando Polda Sulawesi Tengah pada Senin (26/8/2024). Aksi ini dilakukan sebagai bentuk protes terhadap tindakan kekerasan yang dialami oleh para demonstran saat melakukan aksi kawal putusan MK tanggal 23 Agustus 2024 didepan kantor DPRD Provinsi.
Para pendemo menyampaikan tiga tuntutan utama, yakni pencopotan Kapolresta Palu, pengusutan tuntas kasus kekerasan terhadap para demonstran, serta meminta pertanggungjawaban atas tindakan represif aparat kepolisian.
“Kami datang ke sini untuk menyampaikan aspirasi dan tuntutan kami secara langsung kepada Kapolda. Sayangnya, beliau sedang berhalangan hadir,” ujar Ridwan, salah seorang koordinator aksi.
Meskipun demikian, para pendemo diterima oleh Kabid Humas Polda Sulteng yang menyampaikan bahwa Kapolda akan bertanggung jawab penuh atas keselamatan para demonstran yang menjadi korban kekerasan. Pihak kepolisian juga berjanji akan mengusut tuntas kasus ini.
“Kami diberikan waktu satu minggu untuk melihat hasil dari tuntutuan kami. Jika tidak ada perkembangan, maka kami akan kembali menggelar aksi,” tegas Ridwan.
Menanggapi tuntutan para demonstran, Kabid Humas Polda Sulteng, Kombes Pol Djoko Wienarto, menyatakan bahwa semua aspirasi yang disampaikan akan diteruskan kepada Kapolda. Pihak kepolisian juga akan bertanggung jawab penuh atas perawatan para demonstran yang terluka.
Terkait dengan tuntutan pencopotan Kapolresta Palu, Kabid Humas menjelaskan bahwa hal tersebut masih akan dikaji lebih lanjut. “Tentunya ada prosedur yang harus dilalui sebelum mengambil keputusan final,” ujarnya.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.