Palu,truestory.id– Kesadaran terhadap krisis lingkungan dan ancaman bencana di Kota Palu mendorong lahirnya Program Sekolah Lingkungan yang menyasar pelajar SMA sederajat. Program yang diinisiasi komunitas Tongbasuara bersama sejumlah organisasi sipil itu mulai disosialisasikan di SMK Negeri 2 Palu, Kamis (7/5).
Puluhan siswa dan guru pendamping dari tujuh sekolah mengikuti kegiatan tersebut. Program ini dirancang sebagai ruang belajar partisipatif untuk memperkuat literasi iklim, kebencanaan, dan aksi nyata pelajar dalam menghadapi persoalan lingkungan di perkotaan.
Kepala Cabang Dinas Pendidikan Sulawesi Tengah Wilayah I Palu dan Sigi, Hernida Hi Kone, mengatakan sekolah hijau diharapkan mampu melahirkan generasi yang peduli terhadap lingkungan sekaligus menjadi agen perubahan di sekolah masing-masing.
“Keberhasilan sekolah hijau membutuhkan dukungan semua pihak. Kita tidak hanya menciptakan sekolah yang bersih, tetapi juga melahirkan generasi yang peduli,” ujarnya.
Program Sekolah Lingkungan dibangun melalui tiga pilar utama, yakni mindset, action, dan network. Pada tahap mindset, siswa diajak memahami perubahan iklim, kondisi kota, hingga konsep kota tangguh bencana. Selanjutnya pada aspek action, pelajar didorong membuat proyek inovasi lingkungan di sekolah. Sementara pada aspek network, program membuka ruang kolaborasi antara siswa, mahasiswa mentor, pemerintah, komunitas, dan media.
Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup Kota Palu, Ibnu Mundzir, menilai persoalan lingkungan tidak hanya soal kebersihan, tetapi juga menyangkut cara pandang masyarakat terhadap lingkungan hidup.
“Persoalan lingkungan juga soal perspektif,” katanya.
Program yang berlangsung selama enam bulan itu akan diisi berbagai kegiatan seperti observasi lapangan, pelatihan ideasi, pendampingan inovasi lingkungan, hingga pembelajaran antar-sekolah. Materi yang diberikan mencakup literasi perubahan iklim, kebencanaan, jurnalistik lingkungan, kampanye digital, dan pengelolaan sampah berbasis masyarakat.
Melalui program tersebut, setiap sekolah ditargetkan menghasilkan proyek inovasi lingkungan dan publikasi edukatif sebagai bentuk kontribusi pelajar terhadap masa depan Kota Palu yang lebih tangguh dan berkelanjutan.