,.id – Upaya pencarian terhadap Gito Aprianto (31), warga yang dilaporkan hanyut di Sungai Lariang, Desa Doda Lore, Kecamatan Lore Tengah, , resmi dihentikan setelah berlangsung selama tujuh hari.

Kantor Pencarian dan Pertolongan menutup operasi SAR tersebut pada Sabtu (20/6/2026) setelah tim gabungan belum menemukan keberadaan korban maupun tanda-tanda keberadaannya selama proses pencarian.

Peristiwa itu terjadi pada Sabtu (13/6/2026) sekitar pukul 16.00 WITA. Saat itu, korban bersama adiknya dalam perjalanan pulang dari kawasan penambangan emas di Bulu Tuwo.

Ketika menyeberangi Sungai Lariang, korban terseret derasnya arus sungai. Sang adik sempat berusaha memberikan pertolongan, namun kuatnya arus membuat upaya penyelamatan tidak berhasil.

Laporan kejadian diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan pada Minggu (14/6/2026) pukul 10.10 WITA. Setelah menerima laporan, Tim SAR Gabungan langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan pencarian.

Selama operasi berlangsung, petugas melakukan penyisiran menggunakan perahu karet serta pencarian melalui jalur darat di sepanjang aliran sungai. Namun, kondisi yang berat menjadi tantangan tersendiri. Derasnya arus dan banyaknya bebatuan membuat perahu karet tidak dapat menjangkau seluruh titik pencarian.

Kepala Subseksi Operasi dan Siaga SAR, Rusmadi, mengatakan penutupan operasi dilakukan setelah melalui evaluasi bersama seluruh unsur terkait dan keluarga korban.

β€œTim SAR Gabungan telah berupaya maksimal dengan mengerahkan seluruh sumber daya yang tersedia. Namun hingga operasi berakhir, korban belum berhasil ditemukan,” ujarnya.

Operasi ini melibatkan Tim Rescue Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu, Lore Tengah, BPBD Poso, Mapala Imunitas, Pemerintah Desa Doda Lore, serta masyarakat setempat.

Pemantauan selanjutnya akan dilakukan keluarga dan warga sekitar, sementara operasi dapat kembali dibuka apabila ditemukan informasi baru terkait keberadaan korban.