,.id – Pengembangan sumber daya manusia menjadi salah satu fokus utama kawasan industri Industrial Park (IMIP). Sejumlah karyawan dari perusahaan yang beroperasi di kawasan tersebut mendapat kesempatan mengikuti pendidikan dan pelatihan langsung di Tiongkok untuk meningkatkan kompetensi, kemampuan bahasa, serta pemahaman terhadap budaya kerja industri global.

Program yang difasilitasi bersama Eternal Tsingshan itu menjadi bagian dari upaya perusahaan menyiapkan lokal agar mampu menghadapi perkembangan industri yang semakin dinamis. Perubahan teknologi, sistem produksi modern, hingga kebutuhan komunikasi lintas budaya membuat peningkatan kapasitas pekerja menjadi kebutuhan penting.

Salah satu peserta program tersebut yakni Dhimas Mahardhika (29), Wakil Supervisor Departemen Ferronickel PT Walsin Nickel Industrial Indonesia (WNII). Ia mengikuti pendidikan magister Manajemen Applied Economics di Wenzhou University, Provinsi Zhejiang, Tiongkok.

Selama berada di Tiongkok sejak 2024 hingga awal 2026, Dhimas tidak hanya mempelajari teori manajemen, tetapi juga mendapat pengalaman bekerja dalam lingkungan multikultural. Menurutnya, salah satu pengalaman paling berharga adalah pembelajaran mengenai manajemen lintas budaya.

“Mahasiswa dari berbagai negara diminta membentuk perusahaan simulasi, menyusun struktur organisasi, membagi tugas, dan menyelesaikan persoalan bisnis bersama. Pengalaman ini sangat relevan dengan kondisi kerja di IMIP yang mempertemukan dari berbagai latar belakang budaya,” ujar Dhimas.

Setelah kembali ke Morowali, ia menerapkan ilmu yang diperoleh untuk memperkuat koordinasi tim dan membangun komunikasi yang lebih efektif antarbagian di perusahaan.

Selain program pendidikan formal, pengembangan kemampuan bahasa juga menjadi perhatian. Wahyu, salah satu karyawan PT WNII, mengikuti pelatihan bahasa Mandarin di Tiongkok. Kemampuan tersebut membuatnya dipercaya membantu komunikasi antara tenaga kerja Indonesia dan Tiongkok, termasuk dalam penerjemahan dokumen serta koordinasi pekerjaan.

“Peran ini membuat saya lebih sering terlibat dalam koordinasi operasional dan memperoleh kepercayaan lebih besar dari manajemen,” kata Wahyu.

Assistant Supervisor HRD Eternal Tsingshan Indonesia, Brillian Faisal, mengatakan program tersebut dirancang untuk mencetak tenaga kerja lokal yang siap mengisi posisi strategis di masa mendatang.

“Program ini mendukung pengembangan SDM lokal untuk menempati posisi-posisi strategis dan manajerial di masa depan,” ungkap Brillian.

Melalui program peningkatan kompetensi ini, IMIP berharap transfer pengetahuan dan pengalaman internasional dapat memperkuat kualitas tenaga kerja Indonesia, sekaligus meningkatkan daya saing industri di tingkat global.