, .id – Aktivitas produksi nikel di Kabupaten yang semakin masif, dengan lebih dari 176 cerobong asap aktif, menyebabkan pencemaran udara yang parah. Akibatnya, Infeksi Saluran Pernapasan Akut () meningkat signifikan di wilayah ini.

Menurut Dinas Kesehatan , di provinsi ini mencapai 305.191 pada 2024, naik tajam dari 262.160 pada 2023.

Morowali menyumbang angka tertinggi, dengan 57.190 kasus, terutama di sekitar kawasan industri seperti Morowali Industrial Park (IMIP) dan Huabao Industrial Park (IHIP).

Polusi udara dari Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) berbahan bakar batu bara dituding sebagai penyebab utama pencemaran.

Aulia Hakim, pendiri Ruang Setara (RASERA) Project, menyebut pemerintah gagal menjamin keselamatan warga.

“Negara harus menghentikan ketergantungan pada energi fosil dan memastikan transisi energi yang adil,” tegas Aulia.

Aktivis lingkungan ini juga mendesak pemerintah untuk mengambil langkah mitigasi agar kesehatan masyarakat dapat dilindungi.