Oleh : MEDRIONO MORSAL LAMO DAN KARTIKA SARI

Curah hujan dengan intensitas tinggi yang terjadi secara terus-menerus dalam beberapa hari terakhir di wilayah Lembo Raya, Kabupaten , meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi munculnya penyakit berbasis lingkungan, khususnya diare dan demam berdarah dengue (DBD).

Kondisi lingkungan yang basah, lembap, serta munculnya genangan air di sekitar permukiman warga menjadi faktor utama yang dapat memicu peningkatan kasus penyakit tersebut apabila tidak segera diantisipasi dengan baik.

Diare merupakan penyakit infeksi saluran pencernaan yang ditandai dengan buang air besar cair lebih dari tiga kali dalam sehari dan dapat disertai gejala lain seperti mual, muntah, demam, dan dehidrasi.

Penyakit ini umumnya disebabkan oleh konsumsi air atau makanan yang telah terkontaminasi bakteri, virus, atau parasit. Pada musim hujan, risiko diare meningkat karena sumber air bersih dapat tercemar oleh air permukaan, limbah, maupun genangan banjir.

[related by="category" jumlah="2" mulaipos="3"]

Kondisi sanitasi lingkungan yang kurang baik, kebiasaan tidak mencuci tangan dengan sabun, serta penggunaan air yang tidak dimasak dengan sempurna juga menjadi faktor risiko utama terjadinya diare, terutama pada anak-anak, , dan kelompok dengan daya tahan tubuh rendah.

Selain diare, masyarakat juga diminta mewaspadai demam berdarah dengue (DBD), yaitu penyakit infeksi virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti.

Nyamuk ini berkembang biak di air bersih yang tergenang, seperti di bak mandi, drum air, ember, ban bekas, dan berbagai wadah yang dapat menampung air hujan. Curah hujan yang tinggi menyebabkan banyaknya genangan air di lingkungan permukiman, sehingga meningkatkan potensi perkembangbiakan nyamuk.

[related by="category" jumlah="2" mulaipos="5"]

Gejala DBD umumnya ditandai dengan demam tinggi mendadak selama 2–7 hari, nyeri kepala, nyeri otot dan sendi, serta munculnya bintik merah pada kulit. Jika tidak ditangani dengan cepat, DBD dapat menyebabkan komplikasi serius dan berisiko fatal.

Berdasarkan hasil pemantauan lapangan di wilayah Lembo Raya, Kabupaten , dilaporkan bahwa beberapa desa mengalami peningkatan kasus diare dan telah ditemukan kasus demam berdarah dengue (DBD) pada masyarakat.

Peningkatan kasus diare tersebut berkaitan erat dengan sanitasi lingkungan yang kurang baik, termasuk kondisi sumber air yang berpotensi tercemar, pengelolaan limbah rumah tangga yang belum optimal, serta kebiasaan masyarakat yang belum sepenuhnya menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat.

[related by="category" jumlah="2" mulaipos="7"]

Sementara itu, kasus DBD dipengaruhi oleh kondisi lingkungan rumah yang mendukung perkembangbiakan nyamuk, seperti adanya genangan air di sekitar pekarangan, tempat penampungan air yang tidak tertutup rapat, serta barang-barang bekas yang dapat menampung air hujan.

Selain itu, curah hujan yang tinggi juga menyebabkan munculnya genangan air akibat sistem drainase yang kurang optimal, sehingga semakin meningkatkan risiko berkembangnya vektor penyakit.

Kondisi ini meningkatkan potensi terjadinya penularan penyakit berbasis lingkungan di masyarakat, sehingga diperlukan upaya pencegahan melalui perbaikan sanitasi lingkungan, pemberantasan sarang nyamuk, serta peningkatan kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan dan kesehatan keluarga.

[related by="category" jumlah="2" mulaipos="9"]

Petugas kesehatan setempat mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan menjaga lingkungan sebagai langkah utama pencegahan.

Masyarakat diminta menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, seperti mencuci tangan dengan sabun sebelum makan dan setelah beraktivitas, memastikan air minum telah dimasak hingga mendidih, serta menjaga kebersihan makanan.

Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk melakukan gerakan 3M Plus, yaitu menguras tempat penampungan air secara rutin, menutup rapat wadah air, dan mengubur atau membuang barang bekas yang dapat menampung air hujan.

Penggunaan kelambu, lotion anti nyamuk, dan pemasangan kawat kasa pada ventilasi rumah juga dapat membantu mencegah gigitan nyamuk.

Petugas kesehatan juga mengingatkan masyarakat untuk segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat apabila mengalami gejala diare, seperti buang air besar cair terus-menerus, atau gejala DBD seperti demam tinggi mendadak.

Penanganan yang cepat dan tepat sangat penting untuk mencegah komplikasi dan mempercepat proses pemulihan.

Dengan meningkatnya curah hujan di wilayah Lembo Raya, peran aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan dan kesehatan menjadi kunci utama dalam mencegah peningkatan kasus diare dan DBD.

Kewaspadaan, kesiapsiagaan, serta kerja sama antara masyarakat dan petugas kesehatan diharapkan dapat meminimalkan risiko dan melindungi kesehatan masyarakat selama musim hujan berlangsung.

Penulis, Magister Kesehatan Masyarakat, Pascasarjana Univesitas Muhammadiyah 2026