Palu,truestory.id – Struktur penduduk Sulawesi Tengah saat ini didominasi generasi muda. Berdasarkan hasil Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS) 2025 yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah penduduk Sulawesi Tengah mencapai 3,16 juta jiwa dengan laju pertumbuhan penduduk sebesar 1,17 persen per tahun.
Kepala BPS Sulawesi Tengah, Daryanto, mengatakan generasi Z menjadi kelompok terbesar dalam komposisi penduduk daerah tersebut. Kelompok usia yang lahir pada akhir 1990-an hingga awal 2010-an itu tercatat mencapai 26,40 persen dari total penduduk.
“Generasi Z ini dominan yaitu sebanyak 26,40 persen, kemudian disusul generasi milenial sebanyak 24,41 persen,” ujarnya di Palu.
Menurut Daryanto, kondisi tersebut menunjukkan Sulawesi Tengah memiliki potensi sumber daya manusia usia muda yang besar. Dominasi usia produktif dinilai dapat menjadi modal penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan pembangunan daerah di masa mendatang.
Selain mencatat struktur umur penduduk, SUPAS 2025 juga merekam angka kelahiran total atau Total Fertility Rate (TFR) Sulawesi Tengah sebesar 2,25 anak per perempuan. Kota Palu menjadi daerah dengan angka kelahiran terendah, yakni 2,07 anak per perempuan, sedangkan angka tertinggi tercatat di Kabupaten Buol.
BPS juga mencatat angka ketergantungan penduduk Sulawesi Tengah berada pada kisaran 46 persen. Artinya, setiap 100 penduduk usia produktif menanggung sekitar 46 penduduk usia nonproduktif.
Kondisi itu menandakan Sulawesi Tengah sedang berada dalam fase bonus demografi. Namun, Daryanto mengingatkan peluang tersebut hanya dapat dimanfaatkan apabila pemerintah mampu meningkatkan kualitas pendidikan, keterampilan tenaga kerja, pelayanan kesehatan, serta membuka lapangan pekerjaan bagi generasi muda.
“Kalau bonus demografi ini tidak dipersiapkan dengan baik, maka justru bisa menjadi beban pembangunan di masa mendatang,” katanya.