Parimo,truestory.id — Kepedulian generasi muda terhadap kelestarian lingkungan kembali ditunjukkan Kelompok Pemuda Peduli Mangrove Oncone Raya (P2MO), Kecamatan Tinombo Selatan, Kabupaten Parigi Moutong. Sebanyak 2.600 bibit mangrove ditanam di kawasan pesisir pantai Desa Oncone Raya, Minggu (17/5).
Aksi penghijauan tersebut dilakukan sebagai upaya mitigasi bencana pesisir sekaligus menghadapi dampak perubahan iklim yang mulai dirasakan masyarakat di wilayah pantai.
Ketua P2MO, Moh Safi’i atau Ari, mengatakan gerakan penanaman mangrove akan terus dilakukan secara bertahap hingga mencapai target 20 ribu bibit di lahan seluas tiga hektare.
Menurut Ari, sebelumnya kelompok pemuda tersebut telah menanam 5.100 bibit mangrove pada peringatan Hari Mangrove Sedunia tahun 2025. Dengan tambahan penanaman kali ini, total mangrove yang telah ditanam mencapai 7.700 bibit.
“Kami ingin menjaga kawasan pesisir agar terhindar dari abrasi dan banjir rob. Mangrove juga penting untuk masa depan lingkungan masyarakat pesisir,” ujarnya.
Ia menjelaskan, hutan mangrove memiliki fungsi penting sebagai pelindung alami pantai dari gelombang laut dan abrasi. Selain itu, mangrove juga menjadi habitat berbagai biota laut serta mampu menyerap karbon dalam jumlah besar.
Penanaman dilakukan di sejumlah titik pesisir yang dinilai rawan abrasi. Para anggota P2MO turun langsung menanam bibit sebagai bagian dari rehabilitasi ekosistem pesisir.
Gerakan tersebut mendapat dukungan masyarakat dan Pemerintah Desa Oncone Raya karena dinilai memberi manfaat besar bagi perlindungan lingkungan pesisir.
Sementara itu, Direktur Relawan untuk Orang dan Alam (ROA), Mochammad Subarkah, mengatakan pihaknya akan mendampingi P2MO selama dua tahun melalui program SOLUSI Pengelolaan Lanskap Darat dan Laut Terpadu.
“Kami hadir untuk memperkuat masyarakat desa dalam pengelolaan kawasan pesisir melalui rehabilitasi mangrove dan penguatan ekonomi berbasis lanskap,” katanya.