PALU, TRUE STORY- atau jaring aspirasi salah seorang anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), Marselinus, pada Caturwulan III, Tahun sidang 2023, Rabu (18/10/2023).

Dalam tersebut mengalir suasana santai di kediaman Marselinus. Hanya beberapa unit kendaraan dan seorang pemuda tanggung terlihat di tempat tersebut.

Dengan suara lantang disertai guyonan, Marselinus mengajak warga untuk mengelola usaha budidaya ikan nila dengan sistem .

Menurut sapaan akrabnya, prospek budidaya ikan sistem sangat menjanjikan.

Dimana perusahaan-perusahaan besar yang ada di Morowali memasok kebutuhan ikan Nila dari luar Provinsi .

Salah satu contoh adalah PT. IMIP. Perusahaan di Morowali tersebut membutuhkan suply ikan Nila perharinya sebesar 1 ton.

Belum lagi akan menjadi daerah penyangga IKN. Alhasil, peluang ekspor segala jenis kebutuhan hidup ke IKN akan semakin meningkat. Salah satunya ikan.

Anggota Komisi A DPRD Kota Palu itu menjelaskan bahwa budidaya kolam Bioflok, bisa dengan menggunakan lahan di pekarangan rumah.

Dimana hanya butuh waktu sekurangnya empat bulan saja, ikan Nila Bioflok sudah bisa dipanen.

“Daripada pekarangan atau lahan kosong di rumahnya komiu ditanami bunga janda bolong, lebih bermanfaat jika dibuatkan kolam ikan Bioflok. Itu menghasilkan,” ucap sambil tersenyum disambut gemuruh tawa emak-emak.

Hingga saat ini, dirinya telah meluncurkan program kolam ikan Bioflok di 600 titik. Dengan menggunakan anggaran pribadi.

Tahun depan, ia juga telah menganggarkan dana Rp.1 milyar usaha budidaya ayam petelur untuk masyarakat.

Dua program tersebut ucap Marsel, bertujuan untuk memberdayakan serta menggeliatkan perekonomian masyarakat.