– Sebagai perempuan pertama yang menjabat sebagai , mendapat Maradika Mayori Inontodea () dari Kagua Karamala Labuan.

Pemberian gelar diawali dengan pembacaan gelar penghormatan oleh Magau Kagaua Karamala Labuan, Muhammad Fajar Panggagau SE dalam sebuah upacara di Desa Labuan, Kecamatan Labuan, Kabupaten Donggala, Sabtu (18/03/2023).

“Pemberian itu diberikan berdasarkan hasil sebuah Libu Nuada dari Kagau Libuan,” sebut Fajar.

Fajar mengatakan, gelar hormatan Maradika Mayori yang diberikan kepada sesuai dengan letak kedudukannya sebagai .

Ia menyebutkan, Maradika Mayori merupakan kalimat tertua, yang merupakan penghargaan tertinggi bagi perempuan saat dia menduduki kedudukan teratas.

Sedangkan Inontodea adalah ibu dari masyarakat , khususnya masyarakat Desa Labuan.

“Pemberian gelar penghormatan Maradika Mayori Inontodea ini bukan karena dibuat-buat, tapi rangkaian dari hasil sebuah Libu Nuada dari Kagua Labuan untuk memberikan penghormatan kepada tokoh, khususnya kepada ibu Nilam Sari Lawira yang merupakan kerabat besar, keluarga besar Kagaua Karama Labuan,” kata Fajar.

Maradika Mayori diambil dari bahasa Qori, bahasa Kaili tertua yang ada di atas Bulu Karama Pombere Basa.

Maradika Mayori kata Fajar, adalah seorang wanita cantik jelita yang duduk di peraduan teratas, yang mengurusi banyak bagian urusan tentang keadatan. Sekaligus menjadi Ino atau ibu dari masyarakat banyak di wilayah Sulteng sebagai ketua DPRD Sulteng.

“Pemberian gelar kehormatan itu kata Fajar, juga dilandasi karena Nilam Sari Lawira merupakan perempuan pertama yang menjabat sebagai ketua DPRD Sulteng,” terangnya.

Sementara itu, Nilam Sari Lawira menyampaikan terima kasih atas pemberian penghormatan tersebut baik secara pribadi maupun secara kelembagaan sebagai Ketua DPRD Sulteng.

“Ini merupakan kejutan yang sangat kami syukuri, dan sangat membanggakan,” ucap Nilam Sari.

Usai pembacaan gelar kehormatan dilanjutkan dengan pengalungan Taganja oleh Pua Zamani Tato Masitudju kepada Nilam Sari Lawira.