Palu,truestory.id – Tekad Kota Palu meraih predikat bergengsi Adipura Kencana kian menguat. Dari tingkat kelurahan, dukungan nyata datang melalui kehadiran Bank Sampah Poboya yang dinilai menjadi salah satu indikator penting dalam penilaian kebersihan dan pengelolaan lingkungan kota.
Hal itu disampaikan Lurah Poboya, Muhammad Zulfin, S.A.P, dalam kegiatan Pengenalan Bank Sampah Kabelota Pasinggani di Kantor Kelurahan Poboya, Rabu (12/2/2026).
Ia menegaskan, pengelolaan sampah berbasis masyarakat menunjukkan komitmen kuat warga dalam menjaga kebersihan secara berkelanjutan.
“Bank sampah ini menjadi bagian strategis dalam mendukung penilaian Adipura Kencana. Ini bukti keterlibatan aktif masyarakat,” ujarnya.
Dukungan juga mengalir dari sektor swasta. PT Bumi Resources Mineral (BRM) melalui perwakilannya, Nurmansyah, mengapresiasi proses pembentukan bank sampah yang penuh tantangan sejak tahap awal.
Ia menyatakan komitmen perusahaan untuk terus mendukung pengembangannya. Hal senada disampaikan Officer PPM CSR PT Citra Palu Mineral (CPM), M. Rizky Sultan, yang membuka peluang kolaborasi dalam mendukung operasional bank sampah.
Fasilitator Relawan untuk Orang dan Alam (ROA Sulteng), Marlina, menjelaskan bahwa pembentukan Bank Sampah Poboya dimulai sejak November melalui program SOLUSI Pengelolaan Lanskap Darat dan Laut Terpadu.
Ia mengakui banyak tantangan, termasuk melengkapi dokumen kelembagaan seperti AD-ART dan SOP agar tata kelola berjalan tertib dan kuat.
Ketua Bank Sampah Poboya, Yayan Sofyan, menyebut nama Kabelota Pasinggani berarti “Kebaikan Bersama”. Pengelolaan sampah akan dimulai dari plastik melalui sistem penjemputan di setiap RT sebelum dikumpulkan di lokasi bank sampah.
Di akhir kegiatan, panitia menyerahkan karung kepada perwakilan RT sebagai simbol kolaborasi. Sinergi lintas pihak ini diharapkan menjadi langkah konkret membawa Palu semakin dekat menuju Adipura Kencana.