Banggai,truestory.id – Terminal Kilometer 8 (Kilo 8) yang berada di Desa Bubung, Kecamatan Luwuk Selatan, Kabupaten Banggai, kini menjadi sorotan publik. Fasilitas yang dibangun menggunakan anggaran miliaran rupiah untuk mendukung layanan transportasi dan aktivitas ekonomi masyarakat itu terlihat tidak lagi menjalankan fungsi sebagaimana mestinya.
Berdasarkan pantauan di lokasi, Selasa (2/6/2026), aktivitas kendaraan umum di kawasan terminal nyaris tidak terlihat.
Sejumlah bangunan dan los yang semula disiapkan untuk pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) tampak kosong, tidak terawat, bahkan sebagian telah digunakan sebagai tempat tinggal sementara oleh sejumlah pendatang.
Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai efektivitas pengelolaan aset daerah yang telah menghabiskan anggaran besar. Terminal yang awalnya dirancang menjadi simpul transportasi sekaligus pusat pertumbuhan ekonomi lokal justru terlihat kehilangan fungsi dan manfaat bagi masyarakat.
Beberapa bangunan yang diperuntukkan bagi pelaku UMKM tidak lagi digunakan untuk kegiatan usaha. Sebagian unit bahkan telah beralih fungsi menjadi hunian, sehingga memicu kekhawatiran akan menurunnya nilai manfaat aset publik yang dibangun menggunakan dana pemerintah.
Sejumlah warga menilai pemerintah daerah perlu segera mengambil langkah penataan agar aset tersebut tidak semakin terbengkalai. Mereka berharap terminal dapat diaktifkan kembali sesuai tujuan pembangunannya, yakni sebagai pusat transportasi dan penggerak ekonomi masyarakat.
“Bangunan ini dibangun dengan uang rakyat. Sangat disayangkan jika dibiarkan tidak terurus dan akhirnya digunakan bukan sesuai peruntukannya,” ujar seorang warga yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan.
Masyarakat juga mempertanyakan upaya evaluasi, pengawasan, dan rencana pemerintah dalam mengoptimalkan kembali pemanfaatan Terminal Kilo 8.
Tanpa langkah konkret, fasilitas bernilai miliaran rupiah tersebut dikhawatirkan terus kehilangan fungsi, sementara kebutuhan masyarakat terhadap sarana transportasi dan ruang usaha produktif masih sangat tinggi.