,.id – Pemerintah terus memperkuat sektor pariwisata sebagai salah satu pilar penggerak ekonomi daerah. Upaya tersebut diwujudkan melalui kolaborasi dengan Universitas Gadjah Mada (UGM) dalam pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (-PPM) Tahun 2026 di Kecamatan Balantak Utara.

Kegiatan penyambutan mahasiswa -PPM UGM berlangsung di ruang rapat Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) , Selasa (23/6/2026).

Program tahun ini mengangkat tema pengembangan pariwisata yang didukung optimalisasi sumber daya alam, ekonomi kreatif, pemanfaatan teknologi, serta pelestarian budaya lokal.

Mewakili Bupati , Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Banggai, Faisal Karim, menyampaikan apresiasi kepada BRIDA yang telah menginisiasi kerja sama tersebut.

Ia juga mengucapkan terima kasih kepada UGM atas dukungan akademik dan keterlibatan aktif dalam pembangunan daerah melalui program pengabdian masyarakat.

“Dalam rancangan awal RPJMD Banggai 2025–2029, salah satu fokus pembangunan adalah penguatan kawasan strategis pariwisata berbasis ekowisata sebagai penggerak ekonomi masyarakat. Karena itu, kegiatan ini memiliki posisi strategis dalam mendukung arah pembangunan daerah lima tahun ke depan,” kata Faisal.

Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi diharapkan mampu menghadirkan program yang adaptif dan terukur.

Selain meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap potensi wisata, program tersebut juga diarahkan untuk memperkuat kelembagaan kelompok sadar wisata (Pokdarwis) serta mendorong pemanfaatan teknologi tepat guna dalam pengelolaan sumber daya lokal.

“Saya meminta seluruh perangkat daerah, , pemerintah desa, dan masyarakat untuk membuka ruang kolaborasi serta memberikan dukungan data dan informasi yang dibutuhkan mahasiswa,” tegasnya.

Sementara itu, Koordinator Mahasiswa Unit KKN-PPM UGM, Ivan Alfredo, menjelaskan sebanyak 29 mahasiswa akan diterjunkan ke tiga desa di Kecamatan Balantak Utara.

Mereka terdiri atas 11 mahasiswa klaster saintek, delapan soshum, empat medika, dan enam agro. Sebanyak 10 mahasiswa ditempatkan di Desa Pulo Dua, sembilan mahasiswa di Desa Kampangar, dan 10 mahasiswa lainnya di Desa Kuntang.

Melalui program tersebut, Pemkab Banggai berharap kehadiran mahasiswa dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus memperkuat sinergi antara dunia akademik dan pemerintah daerah dalam mendorong pembangunan berbasis potensi lokal.