Palu, truestory.id– Ratusan warga di Hunian Tetap (Huntap) Tondo 1, Kota Palu, menyambut penuh antusias kampanye terbatas yang diselenggarakan oleh tim Koalisi BERAMAL, Kamis (24/10/2024).
Kampanye ini bertujuan untuk memaparkan program-program unggulan dari pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, Ahmad Ali dan Abdul Karim Aljufri.
Melalui acara tersebut, Koalisi BERAMAL memperkuat komitmennya terhadap pemenuhan kebutuhan masyarakat, khususnya di kawasan pemukiman yang masih berjuang pulih dari dampak bencana.
Para juru kampanye, Mohammad Syarif Latadano dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan Azwar Anas dari Partai Kebangkitan Nusantara (PKN), memaparkan sejumlah program prioritas, termasuk dukungan modal bagi UMKM, seragam sekolah gratis, dan akses BPJS Kesehatan tanpa biaya.
Program-program ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan serta meringankan beban hidup warga yang terdampak.
Salah seorang warga mengungkapkan harapannya agar pasangan BERAMAL tidak hanya berfokus pada bantuan sosial, tetapi juga memperhatikan perbaikan infrastruktur, terutama jalan akses ke Huntap Tondo 1 yang masih sulit dilalui.
Selain itu, kepastian status lahan di Huntap Tondo 1 juga menjadi sorotan masyarakat. Warga berharap Ahmad Ali dan Abdul Karim Aljufri dapat membantu menyelesaikan persoalan ini jika kelak terpilih.
“Masalah jalan yang sulit diakses dan kepastian lahan menjadi kendala utama bagi kami. Kami berharap pasangan BERAMAL memperhatikan kebutuhan ini jika terpilih nanti,” ujar salah satu warga.
Menanggapi harapan tersebut, juru kampanye dari Koalisi BERAMAL menegaskan kesiapan mereka untuk menyerap aspirasi masyarakat dan memperjuangkan perbaikan akses jalan serta penyelesaian isu lahan di Huntap Tondo 1.
Berbagai program yang ditawarkan, seperti dukungan bagi UMKM dan kesehatan gratis, adalah langkah awal menuju pemerataan kesejahteraan di Sulteng.
Melalui program-program ini, pasangan Ahmad Ali-Abdul Karim Aljufri berkomitmen untuk mewujudkan perubahan positif di wilayah-wilayah terdampak bencana di Sulteng.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.