BANGGAI, TRUE STORY – Bidan memiliki peran strategis dalam pembangunan kesehatan masyarakat. Tidak sekadar menjalankan profesi medis, bidan juga mengemban misi kemanusiaan karena menjadi salah satu tenaga kesehatan yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat, khususnya perempuan, ibu dan anak.
Hal tersebut disampaikan dalam sambutan tertulis Bupati Banggai yang dibacakan Asisten III Administrasi Umum, Hj. Nur Djalal, S.H., saat membuka peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ikatan Bidan Indonesia (IBI) ke-75 Tahun 2026 di Hotel Santika, Sabtu (31/10).
Dalam sambutan tersebut, Bupati menekankan pentingnya peningkatan kapasitas dan profesionalisme bidan dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Para bidan diharapkan tidak berhenti belajar, senantiasa menjunjung tinggi kode etik profesi, serta membangun kerja sama lintas sektor guna mendukung peningkatan kualitas pelayanan kesehatan.
“Saya berpesan kepada seluruh bidan di Kabupaten Banggai agar teruslah belajar, jaga kode etik profesi, tingkatkan kerja sama lintas sektor, dan layani masyarakat dengan penuh keramahan serta keikhlasan,” pesan Bupati dalam sambutan tertulisnya.
Bupati juga mengajak Ikatan Bidan Indonesia (IBI) untuk terus memperkuat koordinasi dan kolaborasi dengan pemerintah daerah. Sinergi tersebut dinilai penting agar berbagai program pembangunan di bidang kesehatan dapat terlaksana secara optimal dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kabupaten Banggai.
Peringatan HUT IBI ke-75 tahun ini mengangkat tema “Dunia Membutuhkan Lebih dari Sejuta Bidan: Bidan Indonesia Memperkuat Kepemimpinan Bidan dalam Pelayanan Kebidanan Berbasis Hak, Berpusat pada Perempuan dan Anak serta Siap Mengawal Generasi Emas 2045”.
Ketua PC IBI Kabupaten Banggai, BD. Hj. Nani Rusdawati Hasan, S.Keb., S.K.M., mengatakan, peringatan HUT kali ini tidak hanya diisi dengan kegiatan seremonial, tetapi juga dirangkaikan dengan seminar bagi para bidan.
Seminar tersebut mengangkat tema “Sinergi Transformasi Kesehatan Ibu dan Anak: Optimalisasi ANC Terpadu, Akselerasi Vaksinasi HPV, dan Tata Laksana Komprehensif BBLR Menuju Generasi Emas 2045”.
Menurut Nani Rusdawati Hasan, seminar tersebut bertujuan meningkatkan pengetahuan dan pemahaman bidan mengenai perkembangan terkini dalam penerapan standar pelayanan Antenatal Care (ANC), vaksinasi Human Papillomavirus (HPV), serta pemberian asuhan berbasis bukti bagi bayi dengan berat badan lahir rendah (BBLR).
“Seminar ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman bidan mengenai perkembangan terkini tentang penerapan standar ANC, vaksinasi HPV, serta asuhan berbasis bukti pada bayi berat lahir rendah sehingga dapat mendukung peningkatan mutu pelayanan kebidanan,” ujarnya.
Ia berharap, melalui kegiatan tersebut, para bidan dapat memperbarui pengetahuan dan meningkatkan kompetensi sesuai perkembangan ilmu pengetahuan dan standar pelayanan kesehatan. Dengan demikian, pelayanan kebidanan yang diberikan kepada masyarakat semakin berkualitas dan mampu menjawab berbagai tantangan kesehatan ibu dan anak.
Peringatan HUT IBI ke-75 menjadi momentum bagi organisasi profesi bidan untuk memperkuat solidaritas, meningkatkan profesionalisme, serta membangun sinergi dengan pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan di bidang kesehatan.
Peran dan pengabdian para bidan diharapkan terus memberikan kontribusi dalam mewujudkan pelayanan kesehatan yang berkualitas, sekaligus mempersiapkan generasi yang sehat dan berdaya saing menuju Generasi Emas 2045.
