BANGGAI, TRUE STORY – Pengelolaan lahan pertanian tanpa pembakaran menjadi salah satu upaya penting untuk menjaga produktivitas tanaman sekaligus mencegah kebakaran hutan dan lahan (Karhutlah).
Hal tersebut menjadi perhatian dalam kegiatan pemantauan lahan pertanian jagung milik warga di Desa Tower dan Desa Pangkalaseang, Kecamatan Balantak Utara, Sabtu (31/10/2026).
Selain memantau perkembangan tanaman jagung, kegiatan tersebut juga dimanfaatkan untuk berdialog dengan petani mengenai pengelolaan lahan yang aman dan berkelanjutan.
Petani diingatkan agar tidak menggunakan api saat membuka maupun membersihkan lahan. Terlebih, kondisi cuaca panas disertai angin kencang berpotensi membuat api cepat menjalar dan sulit dikendalikan.
Sebagai alternatif, masyarakat didorong menggunakan metode pembersihan lahan tanpa pembakaran. Warga juga diimbau segera melaporkan apabila menemukan titik api atau indikasi kebakaran di sekitar kawasan pertanian maupun permukiman.
Kapolsek Balantak AKP Teddy Polii mengatakan, perhatian terhadap sektor pertanian perlu berjalan beriringan dengan upaya menjaga kelestarian lingkungan.
Menurutnya, masyarakat memiliki peran penting dalam menjaga lahan produktif agar tetap aman dari ancaman kebakaran.
“Melalui kegiatan sambang ini, kami ingin terus membangun kedekatan dengan masyarakat, mendukung ketahanan pangan, serta mengajak warga bersama-sama menjaga lingkungan dengan tidak melakukan pembakaran lahan,” ujarnya.
Ia berharap, kesadaran masyarakat dalam menerapkan pola pengelolaan lahan tanpa bakar semakin meningkat sehingga aktivitas pertanian tetap berjalan tanpa menimbulkan risiko kebakaran hutan dan lahan.
Dengan pendekatan ini, berita tidak lagi bertumpu pada aktivitas kepolisian, tetapi menempatkan ketahanan pangan, produktivitas pertanian, dan pencegahan Karhutlah sebagai isu utama.
