Donggala, .id – , Moh. , mendesak aparat desa untuk memperkuat praktik pengelolaan mereka guna meningkatkan kualitas hidup masyarakat pedesaan.

Hal tersebut disampaikan saat menghadiri Bimtek Sistem Pengelolaan Desa (SISKEUDES), Bupati menyoroti pentingnya peran pengelolaan keuangan yang transparan dan akuntabel dalam mencapai pembangunan desa.

“Desa adalah garda terdepan pemerintahan daerah, dan kesehatan keuangan desa berhubungan langsung dengan kesejahteraan warganya,”kata Rifani saat membuka Bimtek Kelembagaan Desa Melalui Siskeudes , Kamis (10/8/2024) malam, di Citra Mulya Hotel .

“Kita harus memastikan bahwa dana desa digunakan secara efektif dan efisien untuk memenuhi kebutuhan masyarakat kita”, tambah Rifani.

Dia menjelaskan, ini berfokus pada penerapan SISKEUDES, sebuah sistem digital yang dirancang untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan desa.

Meskipun sistem ini telah diperkenalkan, Bupati menyatakan keprihatinannya atas masih banyaknya kasus korupsi yang melibatkan dana desa.

“Sangat menyedihkan melihat, meski alat seperti SISKEUDES sudah tersedia, masih ada aparat desa yang melakukan praktik korupsi,kita harus memperkuat upaya kita untuk mencegah dan menghukum korupsi dan mendorong budaya integritas.”tegasnya.

Peserta Bimtek mendapatkan pelatihan tentang SISKEUDES versi terbaru dan didorong untuk menerapkan praktik terbaik dalam pengelolaan keuangan.

Pj Bupati ink menekankan pentingnya kepatuhan terhadap peraturan, transparansi, dan partisipasi masyarakat dalam proses pengambilan keputusan keuangan.

“Dengan memperkuat sistem pengelolaan keuangan dan mengedepankan tata kelola yang baik, kita dapat membangun desa yang lebih berketahanan dan sejahtera,” kata Rifani.