, TRUE STORY – Sekretaris Provinsi M. Sadly Lesnusa mengajak seluruh aparatur pemerintah memperkuat implementasi nilai-nilai Pancasila dalam pelayanan dan pengabdian kepada masyarakat pada momentum Hari Lahir Pancasila 2026.

“Nilai persatuan, gotong royong, kemanusiaan, dan keadilan sosial harus terus menjadi landasan dalam penyelenggaraan pemerintahan serta pelayanan kepada masyarakat. Pancasila bukan hanya dasar negara, tetapi juga pedoman moral dalam setiap tugas dan pengabdian,” kata Sadly Lesnusa di , Senin.

Pernyataan itu disampaikan usai menghadiri Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 yang dipimpin Gubernur Anwar Hafid di Lapangan Pogombo, .

Upacara tersebut dihadiri Wakil Gubernur Sulawesi Tengah Reny Arniwaty Lamadjido, Ketua Komisi I Bartholomeus Tandigala, Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Tengah Novalina Wiswadewa, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), kepala organisasi perangkat daerah (OPD), serta aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah.

Pada kesempatan itu, Gubernur Anwar Hafid membacakan amanat Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Republik dengan tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”.

Dalam amanat tersebut ditegaskan bahwa Hari Lahir Pancasila bukan sekadar peringatan historis, melainkan momentum untuk meneguhkan kembali komitmen seluruh elemen bangsa terhadap nilai-nilai dasar yang menjadi fondasi Negara Kesatuan Republik (NKRI).

Pancasila disebut harus terus hadir sebagai sumber inspirasi, pedoman moral, serta arah pembangunan nasional yang berkeadilan, berkeadaban, dan berkelanjutan.

Anwar Hafid menegaskan nilai-nilai Pancasila harus menjadi pedoman dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan daerah.

“Melalui momentum Hari Lahir Pancasila ini, mari kita perkuat komitmen bersama untuk menjaga persatuan, mempererat kebersamaan, serta terus menghadirkan karya dan pengabdian terbaik bagi kemajuan Sulawesi Tengah dan Indonesia,” ujarnya.

Sementara itu, Sadly Lesnusa menilai peringatan Hari Lahir Pancasila tidak hanya dimaknai sebagai agenda seremonial tahunan, tetapi juga menjadi momentum refleksi untuk memperkuat komitmen dalam mengimplementasikan nilai-nilai luhur Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Menurut dia, kehadiran nilai-nilai Pancasila dalam setiap kebijakan, pelayanan publik, dan tindakan aparatur akan memperkuat kepercayaan masyarakat sekaligus mendorong pembangunan yang berkeadilan, inklusif, dan berkelanjutan.

“Momentum Hari Lahir Pancasila harus menjadi pengingat bagi kita semua untuk terus menumbuhkan semangat kebangsaan, mempererat persatuan, dan menghadirkan pengabdian terbaik bagi masyarakat, bangsa, dan daerah,” katanya.

Ia berharap peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 dapat menjadi penguat komitmen seluruh elemen bangsa dalam menjaga persatuan, memperkokoh semangat kebangsaan, serta menjadikan nilai-nilai Pancasila sebagai pijakan dalam mewujudkan Indonesia yang maju, adil, dan sejahtera.