,.id – Tim gabungan yang terdiri dari BNPB, BPBD, , Polri, dan unsur terkait bergerak cepat menangani dampak Magnitudo 6,7 di , . Salah satu langkah penting yang dilakukan adalah pembukaan bendung alami akibat longsoran di kawasan Gunung Nokilalaki yang mengarah ke Sungai Kamarora, Selasa (23/6).

Bendung alami tersebut terbentuk akibat material kayu dan bebatuan yang menutup aliran sungai pascagempa. Dengan menggunakan metode jet water, tim gabungan membersihkan sumbatan guna mengembalikan kelancaran aliran air dan mengurangi risiko banjir bandang saat hujan deras.

Langkah mitigasi ini menjadi perhatian utama karena penumpukan air di balik material longsoran berpotensi memicu bencana susulan yang dapat mengancam keselamatan warga. Upaya tersebut merupakan tindak lanjut arahan Kepala BNPB Letjen Dr. Suharyanto saat meninjau langsung lokasi terdampak beberapa hari sebelumnya.

Selain penanganan risiko bencana, pemerintah juga mulai membangun hunian sementara (huntara) tahap pertama bagi warga terdampak di Desa Kamarora A, Kecamatan Nokilalaki. Sebanyak 50 unit huntara akan dibangun berdasarkan data penerima bantuan yang telah diverifikasi.

Hingga saat ini, penanganan darurat terus berlangsung, mencakup perbaikan infrastruktur, layanan kesehatan, serta pemenuhan kebutuhan logistik bagi ribuan warga terdampak gempa di Sigi.