MAMUJU, TRUE STORY – Komisi IV DPRD Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) melakukan kunjungan kerja ke Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) dalam rangka memperkuat koordinasi dan komunikasi antar daerah, khususnya di bidang tata kelola pemerintahan dan program sosial.
Rombongan yang dipimpin Sekretaris Komisi IV DPRD Sulteng, Hj. Wiwik Jumatul Rofi’ah, diterima langsung oleh Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, di Mamuju, Kamis.
Pertemuan tersebut turut dihadiri Sekretaris DPRD Sulbar serta pimpinan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD), antara lain Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi, Dinas Kepemudaan, Olahraga, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan KB, Dinas Sosial, PPPA dan PMD, serta Dinas Penanggulangan Bencana.
Dalam pemaparannya, Gubernur Suhardi Duka menekankan pentingnya efisiensi anggaran melalui perampingan birokrasi. Pemprov Sulbar, kata dia, telah mengurangi jumlah OPD dari 35 menjadi 29 instansi guna meningkatkan efektivitas kinerja pemerintahan.
Ia juga menegaskan arah kebijakan pembangunan daerah yang tidak bertumpu pada sektor pertambangan. Pemerintah provinsi, lanjutnya, lebih memprioritaskan pengembangan sektor pertanian dan perkebunan yang dinilai lebih berkelanjutan serta minim risiko terhadap lingkungan.
Di bidang sosial, Pemprov Sulbar memaparkan program unggulan “Panca Daya” dan “PASTI PADU” (Penanggulangan Kemiskinan dan Penanganan Stunting Terpadu). Pemerintah setempat juga mengubah pendekatan dalam penanganan Komunitas Adat Terpencil (KAT), dari bantuan tunai menjadi program pemberdayaan masyarakat yang terintegrasi dengan Kementerian Sosial RI.
Menanggapi hal tersebut, Komisi IV DPRD Sulteng menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah saat ini menjalankan program “9 Berani” sebagai instrumen pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Selain itu, rombongan DPRD Sulteng juga mendorong kolaborasi antar daerah dalam pengembangan kebudayaan, khususnya kesenian lokal yang kerap ditampilkan dalam peringatan hari ulang tahun daerah, agar tetap relevan dan diminati generasi muda.
Kunjungan ini diikuti sejumlah anggota Komisi IV DPRD Sulteng, antara lain Mariam Tamoreka, I Nyoman Slamet, Aristan, Sri Atun, Rahmawati M. Nur, Awaluddin, dan Baharuddin Sapi’i.
Melalui kunjungan tersebut, kedua daerah diharapkan dapat memperkuat sinergi dalam menyinkronkan program penanganan stunting serta pemberdayaan masyarakat adat, yang menjadi tantangan bersama di wilayah Sulawesi.