PALU, TRUESTORY – Kapolda Sulawesi Tengah Irjen Pol Rizal Irawan mendatangi kawasan Jembatan Lalove, Kota Palu, untuk memantau situasi pascabentrokan antarkelompok pemuda dari Kelurahan Nunu, Kecamatan Tatanga, dan Jalan Anoa, Kelurahan Tatura Utara, Rabu (28/10/2026).
Kedatangan Kapolda didampingi Wakapolda Brigjen Pol Semmy Ronny Thabaa, sejumlah pejabat utama Polda Sulteng, Kapolresta Palu Kombes Pol Hari Roesna, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
Di lokasi, Rizal menekankan pentingnya pendekatan persuasif dan dialogis untuk meredakan ketegangan. Personel juga diminta meningkatkan patroli di titik rawan serta melibatkan tokoh masyarakat, agama, dan pemuda guna mencegah konflik meluas.
Ia turut menginstruksikan aparat mengantisipasi bentrokan susulan dan menegakkan hukum secara profesional terhadap pihak-pihak yang terbukti terlibat.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Sulteng Kombes Pol Achmad Muhaimin mengimbau kedua kelompok pemuda agar menahan diri dan tidak mudah terprovokasi informasi yang belum terverifikasi.
“Kami mengajak seluruh masyarakat menjaga keamanan dan ketertiban di Kota Palu. Jangan mudah terprovokasi informasi yang belum terverifikasi, hindari tindakan pemicu konflik, dan utamakan komunikasi dalam menyelesaikan persoalan,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (29/10/2026).
Achmad menambahkan, personel gabungan TNI-Polri masih melakukan pemantauan dan pengamanan di kawasan Jembatan Lalove, Jalan Anoa, dan Kelurahan Nunu untuk menjaga situasi tetap aman dan kondusif.
