JAKARTA,TRUESTORY – Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, mendorong penerapan manajemen talenta Aparatur Sipil Negara (ASN) berbasis kompetensi, kinerja, dan integritas untuk mewujudkan birokrasi profesional serta meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Komitmen tersebut disampaikan dalam ekspose pembangunan manajemen talenta ASN Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah di Kantor Badan Kepegawaian Negara (BKN) Republik Indonesia, Jakarta, Rabu (28/10/2026). Kegiatan dipimpin Kepala BKN RI, Zudan Arif Fakrulloh, dan dihadiri Kepala BKD Sulteng, Sitti Asma Ul Husna Syah, bersama rombongan.
Anwar Hafid menegaskan, manajemen talenta menjadi instrumen strategis untuk memastikan pengembangan karier ASN berjalan berdasarkan kemampuan dan prestasi. Melalui sistem tersebut, penempatan pegawai diharapkan sesuai kompetensi dan kebutuhan jabatan.
“Manajemen talenta harus menjadi instrumen untuk memastikan setiap ASN memiliki kesempatan berkembang berdasarkan kompetensi, kinerja, dan integritas,” tegasnya.
Sementara itu, Sitti Asma Ul Husna Syah menjelaskan, manajemen talenta tidak hanya berfokus pada pengisian jabatan, tetapi juga mencakup identifikasi, pemetaan, pengembangan kompetensi, hingga penyiapan calon pemimpin berdasarkan potensi dan rekam jejak.
Berdasarkan data yang dipaparkan, Pemprov Sulteng memiliki 18.491 ASN, terdiri atas 9.778 PNS dan 8.713 PPPK. Dari jumlah tersebut, sebanyak 783 ASN menduduki jabatan struktural, 11.549 jabatan fungsional, dan 6.159 jabatan pelaksana.
Penerapan manajemen talenta diharapkan memperkuat sistem merit, menciptakan pengembangan karier yang terarah, serta menyiapkan calon pemimpin sesuai kebutuhan organisasi.
Melalui langkah ini, Pemprov Sulteng berupaya membangun tata kelola pemerintahan yang transparan, adaptif, dan berorientasi pada hasil, sekaligus mendorong peningkatan efektivitas kinerja birokrasi dan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
